Kimigayo, Lagu Kebangsaan Jepang
Cukup pendek lagu ini,, dan merupakan salah satu National Anthem terpendek di Dunia. Sebenarnya teks dalam lagu ini merupakan sebuah puisi kuno dan iramanya diciptakan oleh Yoshiisa Oku dan Akimori Hayashi. Lirik lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah antologi puisi bernama Kokin Wakashu, sebagai sebuah puisi yang anonim. Meskipun sebuah puisi anonim bukanlah tidak lazim pada waktu itu, identitas pengarang yang sebenarnya mungkin saja sudah diketahui, tetapi namanya mungkin sengaja tidak disebutkan karena berasal dari kelas sosial yang lebih rendah. Puisi ini dicantumkan dalam berbagai antologi, dan dalam periode selanjutnya digunakan sebagai lagu perayaan oleh orang-orang dari semua lapisan sosial. Tidak seperti bentuknya yang digunakan untuk lagu kebangsaan saat ini, puisi ini awalnya dimulai dengan “Wa ga Kimi wa” (Engkau, Yang Mulia) dan bukannya “Kimi ga Yo wa” (Kekuasaan Yang Mulia). Perubahan lirik terjadi pada zaman Kamakura(yang belum tahu lihat tentang pembagian jaman jepang DI SINI ). Pemerintah Jepang pun mengutus seorang Jerman bernama Franz Von Eckert untuk mengharmonisasikan nadanya.
Video dinyanyikannya Kimi Gayo Oleh Artis Jepang Aya Matsura dalam pembukaan pertandingan Baseball>>
Text in Hiragana
きみがよは
ちよに
やちよに
さざれいしの
いわおとなりて
こけのむすまで
Text in Romanji
Kimigayo wa
Chiyo ni yachiyo ni
Sazare-ishi no
Iwao to narite
Koke no musu made
Artinya dalam Inggris
May your reign
Continue for a thousand, eight thousand generations
Until the pebbles
Grow into boulders
Lush with moss.
Artinya dalam Bahasa Indonesia,
Semoga kekuasaan Yang Mulia,
Berlanjut selama seribu, delapan ribu generasi,
Sampai kerikil,
Berubah menjadi batu karang,
Hingga diselimuti lumut.
Sejak akhir perang dunia ke 2 telah muncul kritik terhadap lagu kebangsaan, karena hubungannya terhadap paham militerisme (masa2 jepang yang feodal) dan makna kiasan penyembahan kaisar sebagai dewa, yang menurut sebagian orang tidak sesuai dengan adab masyarakat yang demokratis.Keberatan yang sama juga diberikan terhadap versi bendera nasional Jepang yang sekarang (Hinomaru), dan terkadang terjadi demonstrasi yang ditujukan terhadap keduanya.
Pada tahun 1999, pemerintah Jepang menyetujui UU mengenai bendera dan lagu kebangsaan, memang untuk masalah hal itu Jepang cukup tertinggal dalam menyikapinya daripada negara2 lainnya termasuk Indonesia. UU tersebut menetapkan Kimigayo sebagai lagu kebangsaan dan Hinomaru sebagai bendera nasional. Pemerintah menyatakan pada saat persetujuan undang-undang tersebut bahwa lirik lagu kebangsaan adalah harapan atas Jepang yang damai dengan kaisar sebagai lambang persatuannya.
*sumber : wikipedia yang disesuaikan.
Posted on March 23, 2010, in Pre dan Review, Serba-serbi Jepang and tagged Akimori Hayashi, Jepang, kimi ga yo, Kimigayo, lagu, National Anthem, Serba-serbi Jepang, Yoshiisa Oku. Bookmark the permalink. 10 Comments.















Lagu sgt bagus. Salah satu lagu khusus yang diajarkan ayah saya kpd saya th ’60 ketika itu umur saya jalan 10 th termasuk kisah-kisah seputar lagu itu. Cerita unik ayah saya waktu itu: org Jepang begitu menghormati lagu kebangsaan mereka ini mungkin melebihi warga lain terhadap national anthem mereka, setiap mendengar Kimigayo mereka langsung tegap sikap sempurna, hingga pernah menyelamatkan nyawa seseorang yang mestinya saat itu dihukum mati tapi karena orang itu melakukan permintaan terakhirnya menyanyikan Kimigayo lalu menyanyikan lagu tersebut tanpa henti, akhirnya dibebaskan.
susah kali
/is very hard tapi enak di dengar
bagus bgt lagu nya