Harajuku Budaya Kontemporer Jepang


Selain gaya berpakaian tradisional Bangsa Jepang dengan Kimono dan Yukata yang anggun, ada yang unik dari cara berpakaian anakmuda Jepang sekarang yang terkesan acakkadut, yang terkenal dan mendunia dengan nama Harajuku Style. Nah kenapa tren acak-acakan yang bernilai seni itu bernama harajuku? pasti kagak ngasal kan?

Bergaya harajuku = Eksentrik-Nyentrik

Bergaya harajuku = Eksentrik-Nyentrik

Jadi begini, sebenernya harajuku yang sudah terlanjur kita kenal sebagai salah satu style berpakaian dan tata rambut yang banyak di anut oleh sebagain anak muda itu adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Nah, di kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul(kongkow). Lokasinya menurut yang saya pernah baca mencakup daerah sekitar Meiji Jingu(Kuil Meiji),Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan JalanTakeshita (Takeshita dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. luasnya seberapa jangan tanya pada saya, karena jelas saya belum pernah kesana. Sekitar tahun 1980-an, daerah Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku yaitu anak muda yang mengekspresikan dirinya dengan pakaian-pakaian yang menurut orang pada masa itu agak aneh. Ya bisa dibayangkan bagimana bentuknya. Sampai hari ini kelompok anak muda berpakaian aneh itu bisa dijumpai di sekitaran kawasan Harajuku sebagai tempat nongkrong mereka. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo. Jadi selain sebagai tempat ngumpul, karena keeksotisan tempatnya tempat tersebut jadi tujuan wisata di sekitaran Tokyo.

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Si Shogun Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnoji. Pada zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Koshu. Asal tau aja, Edo adalah kota terkenal pada masa Jepang tempo dulu sehingga sering diperebutkan oleh para penguasa. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Disana, para petani beraktivitas menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung. Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingu didirikan.

Kumpul-Kumpul Sesama Penganut Harajuku

Kumpul-Kumpul Sesama Penganut Harajuku

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini, menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan Non-no. Pada waktu itu, sekumpulan gadis penggemar fashion yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.
Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat para gadis Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki/ pedestrian, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di sekitaran Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Menurut saya Harajuku Style yang terkesan acak2n adalah suatu cara untuk mengekspresikan kebebasan diri kita dalam berpenampilan. Penganut Harajuku style dengan pakaian-pakaian yang terlihat mencolok dan norak (bagi sebagian orang) mungkin akan terlihat kontras dengan masyarakat sekitar, bahkan banyak yang menganggap aneh. Untuk itu diperlukan kepercayaan diri kita sendiri untuk mengaplikasikannya pada lingkungan masyarakat Indonesia yang tidak semuanya mengerti apa itu Harajuku.
Bagaimana menurut kalian?? apakah kalian anak Harjuk?

Iklan

About Masbro Yayan

jalan-jalan, bagi tips, ulasan bebas, kilas jepang

Posted on Desember 25, 2009, in Pojok Jepang and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan sob..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: