Cerita dari Bhumi Arema


arema ada dimana-mana

Malang 15 Januari 1989, saya dilahirkan didunia. Di sebuah rumah sakit Muhamadiyah yang berada di Sumberpucung, sebuah kecamatan di wilayah Kab. Malang. Sejenak setelah saya lahir adzan ashar pun berkumandang, dikumandangkan masjid di samping rumah sakit yang tidak terlalu besar itu..

Bhumi Arema, di suatu rumah bergaya Jawa Timuran aseli,, dengan halaman yang luas dan banyak pohon sawo. Sungai kecil anak sungai Brantas mengalir di depan halaman rumah itu dengan airnya yang tenang, setelahnya ada rel kerta api yang sering dilintasi oleh kereta Matarmaja ataupun Gajayana, dan setelahnya terus didepan halaman rumah itu, hamparan sawah luas terhampar yang setiap kali disibukkan dan menyibukkan para petaninya, dan terus didepan halaman rumah itu, hutan jati yang lebat pun berada, dan masih jauh didepan halaman rumah itu, Gunung Kawi terlihat meninggi dan membiru. Terbatas pandangan mata melihat ke depan, alihkan pandangan ke arahkanan, mata sudah di tunggu di kejauhan oleh kehadiran Puncak Tertinggi Pulau Jawa, Semeru namanya (3676 mdpl), sebuah simbol kebesaran Tuhan sang pencipta alam. Di dasar gunung itulah tempat ari-ari saya di dikuburkan.

Yap itulah rumah Kakek saya. Rumah tua bergaya jatim aseli. Tempat saya memulai hidup saya, bermain dan berenang dengan sungai didepan halaman, bermain dan berkotor-kotoran dengan tanah sawah didepan halaman, bermain dan berlari di pinggiran hutan jati yang lebat dan memandang indahnya Gunung Kawi yang menjulang tinggi. Damai sungguh masa kecil itu,, bahagia sekali..

Seiring waktu menambah umur, kata AREMA selalu mengusik, sebuah tulisan di atas gambar Singa yang digambar didinding samping rumah pakde saya. Ukurannya sama dengan lebar ruang tamu itu sendiri, besar memang, membuat siapa saja yang melintas pasti melihatnya. Dari situlah saya mengenal istilah Arema(AREK MALANG) yang merupakan klub sepakbola kebanggan warga Malang. Memang pakde saya seorang aremania (sejati kalo dtanya orang).

Lebih jauh tentang Arema, yang lahir lebih tua 1 tahun 5 bulan dari saya, saya pun mulai terasuki. Pakde saya yang satu itulah yang paling berjasa, saya dipakein baju biru bergambar singa, terus pake bedak lalu difoto. Dipakein baju biru bergambar singa lagi, dibedakin lagi, dibeliin topinya juga, terus nonton di stadion, Gajayana namanya, markas Arema sebelum pindah ke Kanjuruhan. Itulah ulah pakde saya, ngajak saya teriak2 di dalam stadion. Pernah ayah saya melarang dia mengajak saya, lalu apa kata pakde?? “wong arek malang kok ga oleh nontok Arema, yo opo iki??
Dan saya dibeliin balon, gambarnya singa lagi, di ajak konvoi…

Pakde saya sayang banget yak sama saya?? ya iyalah,, waktu itu dia belon punya istri sama anak, nah anak adiknya lah yang dia culik, dan korbannya adalah SAYA.

alun-alun bunder kota malang

Di Bhumi Arema inilah, saya lahir, saya mulai kenal Arema. sampai saat saya tahu ternyata singa itu memakai tindik di kupingnya. Saya nyaman disini hingga sampailah kepada saat yang tidak berbahagia, orang tuapun meninggalkan Bhumi Arema karena urusan pekerjaan. Dan akhirnya saya harus meninggalkan tanah ini, tanah yang membesarkan saya, merasuki jiwa saya dengan singa arema. Sedih memang mengenang masa itu, hilang semua irama hidup yang telah terbentuk selama ini…

Di tanah baru, saya berada, masih bersama Bapak dan Ibuk saya… tapi ada yang hilang.. tidak ada lagi tulisan Arema di jalan-jalan, di dinding2 rumah. Sudah tidak ada lagi obrolan tentang pertandingan kemaren sore di bengkel2, di poskamling tentang kemenangan atau kekalahan arema, yang biasanya dibahas sangat antusias, seperti pengamat bola profesional… Berbeda memang..

Sampai besar segini saya, dengan umur 21 tahun lebih, berat badan 60 kg lebih, tinggi badan 169 cm. dan berambut pendek. Saya telah meningalkan bhumi arema dalam waktu yang lama, walaupun setiap periode tertentu saya balik menginjakkan tanah di Bhumi Arema dan datang kestadion. Melepas kerinduan yang selama itu tertahan. Rindu AREMA…

Akhirnya tanpa disadari…
Arema, telah merasuk ke dalam jiwa saya dan akan saya bawa kemanapun saya berada, “Arema Sampek Ketam” yang artinya arema sampai mati.. sudah tidak dapat dielakkan lagi..
dia khir notes ini, saya sertakan lagu dari arema voice judulnya menang kalah..

    aku bangga engkau ada,
    aku senang engkau menang,
    aku sungguh bahagia kita,
    selalu bersama…aku sedih engkau kalah,
    aku rindu bilau kau jauh,
    jadilah kau selalu ada,
    didalam hatiku…

    menang kalah sudah biasa semua merasakan,
    berjuanglah penuh semangat untuk kita semua…

    aku sedih engkau kalah,
    aku rindu bila kau jauh,
    jadilah kau selalu ada,
    didalam hatiku..

    menang kalah sudah biasa semua merasakan,
    berjuanglah penuh semangat untuk kita …

    menang kalah sudah biasa semua merasakan,
    berjuanglah penuh semangat untuk sang juara…

Iklan

About Masbro Yayan

jalan-jalan, bagi tips, ulasan bebas, kilas jepang

Posted on April 12, 2010, in Bola dan Arema. Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Aremania Salam Satu Jiwa

  2. Btw, Aremania ama Bonek masih musuhan? ❓

  3. Aku belum pernah ke malang, pengen sekali ke sana…

  4. iiiihhhh aku dulu pernah lewat bunderan alun2 tuh….

    salam kenal ya yuiword…, kunjungan perdana ku juga kesini

  5. 😀 jadi inget kampoeng halaman deltras mania saya.

    salam

  6. puisinya sangat menyentuh hati

  7. suasana pedesaan selalu bisa bikin hati dan pikiran jd jernih, cobain deh.. ^^

  8. Kapan ya Arema bisa bertengger dan menjadi kampiun di Kancah ASIA??
    slam.

Tinggalkan Balasan sob..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: