Love Makes Me Strong


screen shoot dari dorama"Buzzer Beat"

Cuma sekedar curahan hati, sebuah pengalaman hidup yang pernah terjadi…

Seperti judul diatas, itu adalah sebuah ungkapan yang sempat mengena di pikiran saya karena kebiasaan saya yang suka berpikir tentang sesuatu yang ga usah dan ga seharusnya dipikirkan oleh orang kebanyakan. jadi setelah saya menemukan kata-kata itu, munculah sebuah tanya “apa iya??”

Saya menemukan kata-kata itu saat menonton J-Dorama berjudul Buzzer Beat.. Ah tidak,!!!! Saya adalah lelaki yang suka nonton dorama, atau kalau di Indonesia populer dengan sinetron?????

Yap saya suka dorama tapi ga semua dorama dipilih2 cerita, biasanya yang berbumbu sport atau petualangan. Berawal dari saat saya menonton dorama berjudul “Pride”, yang bercerita tentang olahraga Ice Hockey. Alih-alih waktu itu saya kepengen nonton cerita tentang asyiknya  bermain Ice Hockey ternyata bumbunya romance(jiah) tapi berhubung di awal nonton saya tertarik jadi saya lanjutkan dan ternyata dapat disimpulkan ternyata dorama jepang sama sekali berbeda dengan sinetron, penuh hikmah dan pesan positif yang dapat diambil, tidak bertele-tele karena cuma antara 10-15 episode..

Kok jadi cerita tentang dorama, kembali ke tujuan awal, sekarang saya mau menulis soal ungkapan “Love Makes Me Strong” Benarkah seperti itu? Benarkah cinta itu menguatkan? Pertanyaan yang terus meminta saya untuk memikirkannya.

Setiap manusia pasti memiliki cinta yang dibawanya dari awal kedatangannya di dunia ini, paling tidak adalah cinta terhadap dirinya sendiri, itulah kenapa manusia tidak pernah ada yang berniat tanpa tekanan untuk melakukan bunuh diri karena dia mencintai dirinya. selain cinta seperti itu yang cukup sempit, masih banyak sesuatu yang dapat diartikan sebagai cinta seorang manusia.

emm, lalu saya sempat memikirkan hal-hal ini, sebuah pengalaman pribadi saya..

Pertama, saya masih ingat ketika saya masih kelas 2 atau 3 SD(saya lupa tepatnya), sempat saya merengek tidak mau masuk sekolah karena tidak hafal perkalian tapi ibu memaksa saya. Dan akhirnya, ditengah kerasnya rengekanku, ibu mengatakan dan menguatkanku, “berjuanglah semampumu, ibu akan senang jika kamu mau mencobanya.” Akhirnya entah kenapa, karena saya mempunyai kalimat itu di hati saya, saya pun melangkah ke sekolah dan berani menghadapi hafalan perkalian, dan karena saya mempunyai kalimat itu, saya tetap saja tidak bisa, tapi bedanya saya berani menghadapi hafalan itu, karena ibu saya berani menghadapinya..

Kedua, yang saya ingat ketika saya mengikuti Kejurda Marchingband di Sidoarjo, yap saya pernah ikut marching waktu SD memegang terompet. Waktu itu saya kelas  4 atau 5 SD(lupa lagi). Kejurda memasuki sesi lomba display atau bermain dengan alat dan membentuk formasi yang berubah-ubah. Saya sempat deg-degan saat lomba tersebut akan dimulai, karena formasi itu tidak sepenuhnya saya hafal, atau paling tepatnya saya tidak confident  menghadapinya. Dan pada akhirnya, disaat semua bersiap-siap saya diam dan ketakutan di pinggir pintu. Di saat seperti itu bapak saya datang dan berkata “Hayo, semua sudah bersiap-siap, sana ke tempatmu, bapak bangga bisa nonton kamu disini” sambil menepuk dan mengusap rambut saya, lalu dipakaikanlah topi seragam marching. Ga tau kenapa setelah ucapan itu semua menjadi lebih ringan, dengan santainya saya melangkahkan kaki diatas court sebuah GOR Delta Sidoarjo. Semua berjalan mudah sampai akhirnya kami dapat mengakhirinya dengan manis. Yap kami membawa piala dari Kejurda itu ke SD kami(tapi lupa juara berapa ya??). Sebuah hal manis yang patut dikenal dan sebuah semangat dari seorang ayah untuk saya yang sangat menguatkan…

Ketiga, ketika itu saya masih ingat ketika mau mendaftar STAN, sebuah sekolah yang saat SMA sama sekali tidak terpikirkan oleh saya untuk bersekolah disana karena batasan IP dan tuntutan nilai yang cukup tinggi menurut saya. Akhirnya setelah disuruh mencoba, walaupun saya sempat ragu untuk mendaftar akhirnya sampailah kepada saat tes Ujian Seleksi Masuk, yap akhirnya saya menuruti kedua orangtua saya mencoba untuk mendaftar dan mengikuti tes. Dengan belajar seadanyaselama beberapa hari, di pagi itu saya pun mengikuti ujian seleksi di Jogja. Pagi sebelum ujian saat saya tiba di tempat ujian berlangsung, Ibu saya menelpon dan berkata “aku ga peduli nak berapa banyak orang yang memperebutkan tempat di STAN, tapi aku tahu ada satu tempat untukmu.. kamu pasti masuk.” Hmm setelah itulah saya berpikir, “terserah kalian(sambil melihat ke kerumunan yang juga ikut tes) mau memperebutkan banyak tempat di ujian ini, saya akan berjuang untuk satu tempat yang sudah di booking ibu, saya akan ambil itu.” Dan saya pun lulus dari STAN 10 November 2009. yatta!!!!

Selain cinta kedua orang tua saya, saya juag pernah mengalami kejadian tentang cinta remaja(cieh)…

Suatu ketika saya sedang susah-susahnya berada di STAN, karena memang untuk bertahan di sekolah dengan standart seperti ini itu susah-susah gampang buat saya yang ga terlalu pinter ini. Suatu ketika saya sedang mengikuti ujian semester yang benar-benar sulit, sebuah campuran yang pas antara problemantika remaja+kesulitan pelajaran dan jiwa yang sedang labil. disaat itulah saya pernah merasakan berdiri pada titik terendah selama tiga tahun di STAN, untunglah saat itu saya tidak mengambil dan melakukan hal bodoh. Dan yang paling membuat saya bersyukur kepada Tuhan adalah karena saya saat itu pernah memiliki Dia, seseorang yang menguatkan saya, yang selalu mensupport saya yang selalu menempatkan dirinya untuk mengerti saya pada saat itu. Suatu ketika setelah mendengarkan semua keluh kesah saya lewat telepon dengan suaranya yang khas dia berkata “berjuanglah, berjuanglah untuk menggapai mimpi itu,  kamu pasti bisa menghadapinya, bertahanlah, at least for me.” sebuah kalimat yang saya bisa merasakan  diucapkan dengan senyuman yang menawan di ujung telepon sana berhasil membuat saya selamat di masa itu. hmmmm,,, jadi mengingat masa itu,, dan sekarang keadaan telah berbeda… semoga dia menemukan yang terbaik untuk hidupnya.( Beruntung saya memilikimu di saat itu)

Hmm, itulah yang sempat terlintas saat saya memikirkan ungkapan “Love Makes Me Strong”.  Memang benar saya rasa jika sebuah cinta mampu menguatkan seorang manusia untuk melakukan sesuatu, membuat seseorang menjadi lebih kuat, lebih terpacu. Bahkan ada juga ungkapan yang mungkin agak lebay seperti “cinta dapat mengubah api menjadi air” atau yang intinya, cinta dapat menjadikan sesuatu yang ga mungkin menjadi mungkin.. Yah begitulah cinta.. bagaimana menurut kalian???

Iklan

About Masbro Yayan

jalan-jalan, bagi tips, ulasan bebas, kilas jepang

Posted on April 30, 2010, in Ulasan Bebas. Bookmark the permalink. 26 Komentar.

  1. anantobudiarto

    “berjuanglah, berjuanglah untuk menggapai mimpi itu, kamu pasti bisa menghadapinya, bertahanlah, at least for me.”

    gue senyum-senyum sendiri bacanya,,, seandainya gue juga punya cewe sebaik ituu…
    😦

    Yui : iya emang dia memang wanita yang baik di saat itu… tapi semuanya sudah berlalu…

  2. masih awal, kunjungan pertama 🙂

  3. dari semua ceritanya, intinya dengan kekuatan cinta kita bisa menjadi kuat …, pernah baca the secret? bagus lho…, apa yang kita inginkan suatu saat pasti bisa terwujud asal kita yakin, intinya ada pada diri kita sendiri.

    tetap semangat ya..

  4. Love make me Sad, n hurt me so deep….ooowwwhh

  5. mas yayan,,, ini kunjugna pertama…
    salam kenal ya.,,,,
    jangan lupa mamapir portal berita kami…

  6. kala cinta sudah berbicara, tanpa kita sadari juga mungkin agak sedikit lebay juga yah.. hihi..

  7. mungkin yg lebih sering terjadi adlh cinta membuat kita jadi lebay 😛

  8. kita memang harus belajar mencintai orang dengan tulus

  9. mencintai.. seni memperbaiki tanpa menyakiti..

  10. mencintai.. seni memperbaiki tanpa menyakiki..

  11. AH kau sobat, jadi malu 😀

  12. sayang karna blue belum merasa adakekuatan yg penuh dalam cinta itu sendiri jadi tak bisa menemukan jawabannya….hehehe
    salam hangat dari blue

  13. berkunjung lagi di rumah sahabatku 🙂

  14. di STAN saya pernah mendapatkan istilah PMDK (Pendekatan Melulu Dapat Kagak) hahahaha, jadi teringat kisah dulu nih aksih tak sampai hingga cinta beda agama

    hahahahaha

    salam mas sukses ya

  15. 😀 saat ini saya hanya berusaha mempertahankan cinyaku sobat 😀
    btw ada award buat anda dirumahku…diambil ya

    salam sukses selalu

  16. hmm, love makes me strong ??gue setuju nihh
    haha =D

  17. right
    cinta yang tulus selalu menguatkan
    dan tak bersyarat
    nice post yui 🙂

  18. Cinta menguatkan
    Ketika cinta disandarkan pada keinginan meraih ridho Tuhan 🙂

    Yui : hmm,, khas dari tulisan2 bro achoey…..

  19. cinta bisa buat yg gak mungkin jadi mungkin.

  20. iya neh dikirain mo review dorama, hehehe…

    tapi bener lho cinta itu bener-bener bisa membuat kita kuat dan lemah juga… tergantunglaahh….

    Yui : kadang bikin lemah juga sih… heem..

  21. Cinta….
    Hmm… cinta memang ga ada habisnya. 😀

  22. lulus STAN 10 november 2010???
    sekarang ini tahun berapa sich??? bukannya tanggal itu belum terlewati ya maz?
    ehm…

    lihat ilustrasinya kirain mau review dorama lagi 😀

    beneran koq, love make me strong 🙂 karena kita tahu ada ketulusan disana, harapan, dan doa..
    tapi bukan beban loh…

    HIDUP!!! ^_^

    Yui : oh iya,, salah itu 2009,, udah dibenerin kok.. mau review dorama tapi lum keluar moodnya,, kamu suka nonton dorama juga??

  23. sebuah penjabaran yang ringan dan mudah dimengerti darimu ini sangatlah blue suka
    trims y
    salam hangat dari blue

    Yui : wah makasi mas blue, tulisan blue juga bagus, menginspirasi malahan…

  24. bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, begitu yang biasa saya dengar 😀

Tinggalkan Balasan sob..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: