Pendakian (sebuah cerita)


Yap kali ini saya sedang demen twitteran,, eh disaat lagi seneng-senengnya tiba-tiba saya mulai seneng sama nulis cerita kecil lewat gaya twitter,, sebuah imajinasi  fiksi yang saya tuliskan tanpa penokohan lewat media twitter.

#pendakian.

akhirnya ransel itu dipanggul, sekarang tinggalah menyusuri setapak yang tidak terlalu lebar itu #pendakian

beranjak meninggalkan kerumunan jeep yang hanya bisa mengantarkan sampai tempat ini, memang dari sinilah perjalanan dimulai #pendakian

semakin tinggi, semakin menjauh menuju lebatnya pepohonan, di setapak yang menanjak ini, masih terus berjalan #pendakian

setapak demi setapak,kelelahan semakin merasuk, hawa dingin semakin menusuk, berulang merapikan syal dan merapatkan jaket #pendakian

memang ini hari masi terlalu dini, adzan subuh pun belum bergema, hanya senter yang menerangi sepanjang setapak ini #pendakian

kabut mulai tebal, ini pertanda sebentar lagi raja siang akan datang. saatnya istirahat sejenak, melemaskan otot-otot yang kaku #pendakian

ransel dipundak kembali, sedikit lebih ringan, karena isi botol mineral pun berkurang, tapi itu tak cukup berpengaruh #pendakian

terus melaju, sedikit lebih hangat dengan sinar surya dipagi hari, sambil bergurau agar langkah tidak terlalu berat #pendakian

kali ini, bukan tanah yang dilewati, hamparan pasir sudah terbentang dengan jalur yang jauh lebih luas dan tidak terlalu menajak #pendakian

angin yang kuat menerbangkan pasir sampai ke muka, memasang kacamata dan slayer di tempatnya itulah pilihan terbaik #pendakian

masih melangkah, walau tetes keringat sudah terlalu banyak,, masih di pepasiran, hanya ada tundra tundra yang menghiasi #pendakian

semakin terik, asam laktat di persendian pun sudah mengumpul, sampailah dipinggir danau, masih setengah jalan lagi menuju puncak #pendakian

kali ini istirahat lebih lama, ransel direbahkan, air diisi ulang, daging corned dan mie rebus dimasak, tali spatu dikendorkan #pendakian

bercengkrama melepas lelah sambil menikmati keindahan tuhan yang tak terjamah. danau ini,, (speechless) betapa agungya Tuhan kita

kembali melanjutkan perjalanan, kali ini perjalanan akan lebih terjal, udara akan semakin tipis, dan mental akan lebih diuji.. #pendakian

membungkuk dan melambat, karena memang cukup menanjak. mata akan selalu dibuat terbelalak, betapa mulut tak henti bersyukur #pendakian

di kala kaki sudah lecet dan bengkak oleh sepatu, pinggang sudah mulai kaku, hanya tekad yang mampu membuat untuk bertahan #pendakian

ilalang di kiri kanan, edelweis di kejauhan, dan puncak yang berselimut asap, sedikit lagi walau masih terlihat jauh #pendakian

malam menjelang, tenda dikembangkan dibawah taburan jutaan bintang. sedikit sebelum puncak, yang harus didaki esokhari #pendakian

malam ini, kembali ditemani corned, mie rebus dan api unggun, bercengkrama menunggu fajar #pendakian

sesaat menjelang fajarberbekal senter, bergegas menuju puncak, berpasir, terjal dan banyak bebatuan, butuh kehati-hatian #pendakian

inilah ujian terakhir, tersandung dan terjatuh beberapa kali tak menyurutkan tekad, terus melangkah diantara batu dan pasir #pendakian

sampailah di puncak, sebuah tanah tertinggi, masih sesaat sebelum fajar, meunggu terbitnya surya dari ufuknya #pendakian

memandang sekitar, gemetarnya lutut, kebesaran Tuhan menampar semua kesombongan, awan pun ada dibawah kaki kita #pendakian

sedikit-demi sedikit cahaya itu mulai tampak, semburatnya sedikit menyilaukan mata, semakin tertampar akan semua KebesaranNya #pendakian

akhirnya, sampailah,, sampai disini, di puncak ini, setelah semua yang dilewati, terbayarlah semua oleh KebesaraNya #pendakian

sebuah kebesaran, yang memberi banyak pelajaran, betapa kecilnya makluk bernama manusia ini bahkan setelah berdiri diatas gunung #pendakian

manusia bisa menjejakkan kakinya di puncak gunung, tapi takkan sekalipun bisa menaklukan gunung!!! #pendakian

Iklan

About Masbro Yayan

jalan-jalan, bagi tips, ulasan bebas, kilas jepang

Posted on September 2, 2010, in Ruang Santai. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tulisan yg bagus…….” di puncak gunung kita bisa merasakan betapa berharganya hidup ini dan betapa indahnya Ciptaan-Nya “

Tinggalkan Balasan sob..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: