Category Archives: Catatan Jalanan

Gunung Rogojembangan, Catatan Geotrek Proto Dieng

geotrekcover

Geotrek Proto Dieng, Gunung Rogo Jembangan

Sob, ini adalah salah satu pengalaman menarik yang belum sempat saya tulis di blog, sebenernya kalo saya ceritakan sekarang ini sob, sama saja saya sedang menceritakan sejarah yang jejak-jejaknya masih terabadikan dalam kumpulan foto yang di tag teman maupun uploadan sendiri di halaman facebook saya. Yah daripada hilang tak berbekas dimakan usia sob, biarkan saya simpan menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca-baca kembali saat santai kayak di pantai.

Intro

Alkisah (masuk lorong waktu kembali ke tahun 2012) rutinitas kerjaan memang bikin bosen, apalagi kalo iramanya terlalu monoton, jadi memang perlu sesuatu yang baru untuk me refresh diri, jalan-jalan jadi pilihan, tapi tidak tau kemana kaki ingin melangkah. Sampai akhirnya saya lihat-lihat di forum barangkali ada yang bisa menginspirasi. Ternyata di forum lagi ada open trip yang masih buka pendaftaran peserta sob, mantaaap. Geotrek Proto Dieng, Gunung Rogo Jembangan (2117 mdpl) tanggal 6-8 Juli 2012. Tertarik untuk tahu lebih lanjut akhirnya saya telusuri, ternyata gunungnya ada di sekitaran perbatasan Pekalongan dan Banjarnegara sob. Baru ini saya mendengar disana ada gunung namanya Rogo Jembangan sob. Makin penasaran saya sob, akhirnya setelah saya pertimbangkan jika gunung ga terlalu tinggi jadi ga perlu persiapan khusus dan menarik nih sob karena tempatnya juga belum ketahuan. Singkat kata sob, saya mendaftarkan diri kedalam rombongan dengan orang orang yang belum saya kenal sebelumnya sob. Tapi biasalah sob, walaupun ga kenal biasanya manusia seperti yang suka jalan-jalan itu kan setipe, jadi ya bakal gayeng sob. Iyo ora sob?? Read the rest of this entry

Lamalera, Menelusur Jejak Sang Pemburu Paus

Bertarung dengan paus

Bertarung dengan paus

Suatu ketika dipantai, ketika mendengar suara gitar yang mengalun dikejauhan, pikiran sa teringat pada suatu tempat, Lamalera. Yap Lamalera, sebuah tempat sunyi di Indonesia yang masih menyimpan banyak sekali keindahan dunia yang masih alami, alam, budaya dan adat manusianya. Disana, masyarakat masih sangat jauh dari modernisasi, globalisasi dan masih menjunjung tinggi toleransi antar manusia. Disanalah sebuah tempat di Gugusan Nusa Tenggara.

Lokasi :

Lamalera adalah desa kecil yang secara administratif berada di Kabupaten Lembata (Pulau Lembata) yang berada di gugusan Nusa Tenggara Timur. Pulau Lembata sendiri terletak 190 kilometer di sebelah utara Kupang, Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota terbesar di Pulau Lembata ialah Lewoleba di bagian selatan pulau yang merupakan ibu kota Kabupaten Lembata.

Untuk menuju Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Anda perlu menyeberangi lautan. Penerbangan dan perahu menjadi pilihan pasti. Bandar Udara Wunopito di Lembata sudah sangat baik kondisinya untuk sebuah kabupaten yang baru berkembang. Landasannya membentang sepanjang 1.200 meter dan rencananya akan diperpanjang menjadi 1.500 meter agar pesawat lebih besar dapat singgah.

Saat ini penerbangan yang intensif melayani bandara ini ialah Trans Nusa dengan Foker-50-nya. Penerbangan ini menghubungkan Lembata dengan Kupang, Ibukota Provinsi Nusatenggara Timur di Pulau Timor 4 kali seminggu. Bandar Udara El Tari di Kupang sendiri sudah banyak dilayani berbagai penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia. Bila Anda terbang dari Jakarta, Bali, atau Makassar, mendarat di Kupang tidaklah sulit, walau jumlah penerbangan terkadang masih belum sebanyak bandara lain, sehingga terkadang harus menanti tempat duduk kosong. Read the rest of this entry

Ke Singapura Rute Batam

Maskot Temasek, bukan saya tapi belakang saya

Maskot Temasek, bukan saya tapi belakang saya

Banyak jalan menuju roma, mungkin begitulah peribahasa yang tepat untuk pengalaman melancong ke Temasek ini sob. Selain dengan memanfaatkan tiket penerbangan promo dari Maskapi seperti Air Asia dan Tiger Air yang mengantarkan anda dari penjuru Indonesia langsung ke Changi Airport, juga bisa mencoba rute perjalanan lainnya seperti pergi ke Singapuradengan naik kapal ferry dari batam. Dengan cara ini kita nggak hanya bisa berwisata ke Singapura sob, tapi juga bisa mampir di Batam buat mencicipi Sup Ikan Batam dan berwisata di batam yang dikenal sebagai are perdagangan bebas / free trade zone. mampir sini juga bisa bawa oleh 0leh elektronik atau gadget dengan harga miring.

Dimulai dari Cengkareng

Seperti biasa perjalanan melancong dimulai dari SHIA menuju ke Bandara Hang Nadim Batam. Bandara ini cukup besar dengan fasilitas yang cukup lengkap. Nah, kalo memang kita berencana berenang dari Batam ke Singapura, maka saya sarankan untuk membeli tiket kapal ferry ke Singapura di bandara saja, dengan harga yang lebih murah dibandingkan jika anda beli di pelabuhan. Anda bisa beli harga kapal ferry pulang pergi Batam-Singapura seharga $13 saja, sedangkan kalau anda beli di pelabuhan, harganya $15. Dari Bandara Hang Nadim, transportasi yang bisa buat jalan-jalan adalah taksi, banyak taksi gelap tapi harganya ga gelap-gelap amat. Tinggal keluar dan naik salah satu taksi yang berjejer di parkiran taksi pas di depan pintu utama bandara. Ga ada antrian, jadi naik aja taksi yang kosong.

Pelabuhan Kapal Ferry Batam Center

Sebenernya ada beberapa pelabuhan kapal ferry di Batam. Pelabuhan yang paling dekat dari bandara adanya di Batam Center. Batam Center adalah pelabuhan baru yang menggantikan pelabuhan Batu Ampar yang sudah tua dan ga layak pakai. Selain Batam Center, juga ada pelabuhan ferry di Sekupang yang juga melayani tujuan Singapura, tapi lokasinya lebih jauh dan harga taksinya pun akan pasti lebih mahal. Read the rest of this entry

Gunung Gamalama, Secarik Catatan Perjalanan

G. Gamalama 16 September 2012 pagi hari.

Intro (15 September 2012)

Persiapan segera saya lakukan ketika sudah memantapkan diri akan mendaki Gunung Gamalama (1715mdpl). Yang pertama saya lakukan adalah mencari info tentang Kota Ternate, Gunung Gamalama dan mencari rute pendakiannya. Ternyata sob, ada kesulitan untuk menemukan informasi rute pendakian yang lengkap, karena info yang ada dari sumber internet masih sangat minim dan hanya berupat petunjuk tentang info Gunung Gamalama secara umum saja. Beruntunglah akhirnya saya menemukan catper Gunung Gamalama satu-satunya di forum kaskus, akhirnya saya coba tracking siapa yang bikin catper, diketahui posisi orangnya berada di Bandung. Untung saja sob di profil doski saya dapat nomer Hp, yang diketahui si empu catper bernama Kang Riki. Kebetulan sekali setelah beberapa kali sms yang intinya menayakan jalur Gamalama ternyata Kang Riki sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta untuk mengurus Visa di Kedubes Jepang yang ceritanya itu sob, doski ternyata mau mendaki Gunung Fuji di Jepang. Eh ternyata Kang Riki ramah dan mau meluangkan waktu untuk kopi darat ngobrol-ngobrol dengan saya sob, syukurlah. Singkat cerita sepulang kantor saya langsung menuju Terminal Senen untuk menemui doski dan akhirnya kami ngobrol banyak tentang gunung dan segala macam, tak lupa juga sharing-sharing pengalaman dari Kang Riki yang merupakan pendaki yang sudah banyak makan asam garam di gunung. Lama ngobrol dengan doski yang akhirnya tempat nongkrong pindah ke Monas ini akhirnya saya tahu bahwa Kang Riki adalah salah satu pemenang Djarum Super Adventure Blog Competition. Sekitar pukul 20.30 WIB akhirnya kami berpisah. Saya antar Kang Riki ke terminal Senen untuk melanjutkan perjalanan menuju Purwakarta. Lega sob, karena bisa ketemu langsung dengan seseorang yang pernah mendaki Gamalama, paling tidak lebih familiar dengan medan.

Saat Pendakian (Aroma Cengkeh dan Pala Sepanjang Jalan) Read the rest of this entry

Pulau Harapan, Tempat Santai di Kepulauan Seribu

Perjalanan Menuju Pulau Kelapa

Gapura Selamat Datang

Sebuah Catatan Perjalanan lagi, sebenernya sudah lama saya melakukan perjalanan menyusuri alam Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, tetapi sebelum ini terpublish semua cerita itu hanya tersimpan menjadi sebuah draft yang tak kunjung terselesaikan. Dimana itu Pulau Harapan sob? Pulau Harapan sendiri adalah salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu, yang mepet dengan Pulau Kelapa. Pulau ini terkenal sebagai tempat wisata melepas lelah bagi warga Jakarta dan wisatawan lainnya, selain Pulau Tidung.

Ketika itu Sabtu pagi, ketika kami memulai perjalanan dari markas akan menuju Pulau Harapan. Disini ada Saya bersama Sulung, Kunthet, Wowok, Andri, Jalu, Imam Sutet dan Aje, yang akan melakukan perjalanan menuju Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Pagi sekali kami berangkat menuju Muara Angke menggunakan taksi karena saat itu sudah molor dari jam yang kita rencanakan dan khawatir ketinggalan Kapal. Memang saat itu kapal menuju Pulau Harapan hanya berangkat antara pukul 7-8 pagi setiap harinya dari Muara Angke menuju Pulau Kelapa.

Setibanya di Muara Angke yang baunya semerbak harum bangkai ikan dan hasil laut itu, kita pun langsung menuju pelabuhan dimana kapal yang akan membawa kami ke Pulau Kelapa bersandar. Ternyata banyak sekali wisatawan yang ingin berlibur menuju Pulau Harapan ataupun Pulau Pramuka hingga membuat kapal ini penuh sesak. Memang popularitas Kepulauan Seribu menjadi salah satu lokasi liburan pelepas penat bagi warga ibukota sudah cukup sering terdengar, sehingga selalu ada saja wisatawan yang berkunjung seperti saat libur seperti ini. Di tunjang lokasi dan jarak tempuh yang tidak begitu jauh dari pusat kota, membuat Kepulauan Seribu kebanjiran peminat. Read the rest of this entry